Mengharap Semangat Ipat…


Sesuai janji di hari sebelumnya, pagi itu Rabu 12 Oktober 2011 kami berangkat dari kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Jl. Ir. Juanda, Ciputat menuju ke arah utara kota Jakarta. Dan ibu kota, tetaplah ibu kota. Tidak begitu saja ia memudahkan urusan transportasi bagi seseorang. Meski kami berangkat jam 7 pagi, kemacetan tetap menghadang, memaksa mobil kami merayap lambat.


Pagi itu tim Mobile Social Rescue ACT meluncur menuju kompleks pelabuhan Tanjung Priok, tempat dimana seorang anak dan kedua orangtuanya telah menunggu. Tepat pukul 09.30 mobil kami berhenti di Kelurahan Warakas 1, RT. 13, RW. 01. Layaknya pemandangan umum di Kota Jakarta, kompleks ini menyambut kami dengan suasana pemukiman padat penduduk. Badan jalan berbatasan langsung dengan halaman dan bangunan, hampir tak ada ruang publik untuk sekadar bertukarpikiran.


Untuk mencapai alamat tujuan, kami harus berjalan kaki, sebab tak ada akses kendaraan kesana. Dan betul saja, tak lama berjalan kami pun disambut lorong sempit yang hanya bisa dilalui satu orang, pun itu dengan perlahan. 

Inilah satu-satunya akses menuju rumah keluarga Fatahiah, seorang anak yang melatarbelakangi kehadiran tim ACT disini. Fatahiah terlihat sedikit malu melihat kedatangan kami, ia kemudian berlindung di balik badan ibunya yang menyambut kami. Perilaku Ipat – sapaan akrabnya – tak jauh beda dengan anak yang akan menginjak usia enam tahun lainnya. Meski awalnya terlihat malu, Ipat kemudian terlihat sangat aktif bergerak mengitari kami.


Keanehan terlihat saat kita mencermati bintik-bintik hitam di wajah Ipat yang ditumbuhi bulu. Warna hitam ini ternyata tak hanya berada di wajahnya. Hampir seluruh bagian perut, paha dan belakang Ipat berwarna hitam. Ibunya mengaku keanehan ini sudah ada semenjak ia lahir, namun belakangan ini beberapa bintik baru mulai tumbuh dan sebagian meluas. 


Keanehan ini berlanjut saat orangtuanya belum bisa memastikan jenis kelamin Ipat. Pasalnya Ipat didiagnosa memiliki kelamin ganda, meski lebih condong ke perempuan. Berbekal informasi dari jejaring sosial di twitter, ACT pun menindaklanjuti seruan sejumlah orang yang peduli dengan kondisi Ipat. 


Seolah tak mau tahu dengan pembicaraan kami, Ipat melanjutkan aktivitasnya berjalan dan sesekali mengitari ibunya. Matanya berbinar saat tim kami menyerahkan 3 buah tas punggung dari ACT. Senyum gembira terlihat di wajah Ipat.


Dialog kami bersama Ipat dan orangtuanya tak berlangsung lama. Sesuai rencana kami harus mengantar Ipat menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Selama perjalanan Ipat terlihat tak begitu antusias. Sesekali ia membuka jendela atau memukul Ibunya. 


“Sebenarnya Ipat sudah pernah berobat ke RSCM,” ucap Ayahnya. Ipat menoleh keluar jendela seolah tak mendengar. “Saat itu kami menggunakan biaya dari program pemerintah, tapi entah kenapa pengobatannya nggak lanjut,” terang ayahnya.


Ipat mungkin sedikit trauma dengan luka operasi yang hingga kini masih membekas di kulit perutnya. “Waktu itu kulit hitamnya dikeluarkan, tapi hanya dua hari di rumah sakit sudah harus keluar, akhirnya lukanya membekas,” kenang Ibunya.


Dalam perjalanan hingga selesai pemeriksaan, Ipat memperlihatkan ketenangannya. Tak pernah ia membantah instruksi dari dokter maupun Ibunya. Dari pertemuan pertama kami hingga kembali dari rumah sakit, hanya ada satu momen dimana Ipat, merasa sepenuhnya senang, yakni saat kami menyerahkan tas punggung ACT. Ipat tak begitu suka perbincangan tentang dirinya, ia hanya ingin bermain dan diberi hadiah seperti anak-anak lain.


Bagi kami, satu momen itu sudah cukup memuaskan. Kepuasan yang tak berpenjelas, sebagaimana pendaki tak bisa menjelaskan kepuasannya mencapai puncak gunung, meski dengan bersusah payah. Kami tak sabar menuai sensasi lain di hari Senin (16/10) mendatang saat hasil konsultasi dokter diketahui. (ojan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s