Perdamaian di Somalia, Berat Tapi Bukan Tak Mungkin



Nahdlatul Ulama (NU) mendukung upaya Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS) termasuk melobby pemerintah Indonesia berkontribusi nyata dalam mendamaikan krisis politik di Somalia. 

Hal itu dikatakan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siraj saat menerima delegasi KISS di gedung PBNU jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2011). 

Somalia saat ini, dalam krisis pemerintahan yang parah. Nyaris tak ada kekuatan yang cukup kuat untuk mengurus rakyat Somalia. “Saya setuju sekali, upaya perdamaian harus berjalan simultan dengan pengiriman bantuan kemanusiaan. Sebesar apapun bantuan digelontorkan, tanpa perdamaian, krisis kemanusiaannya takkan bisa diselesaikan,” ungkap Said Aqil Siraj.

Somalia, layak dibantu. Apalagi mereka 100 persen muslim sunni. “Konfliknya sudah berat. Perdamaian di Somalia, pekerjaan berat tapi bukan tidak mungkin,” papar Aqil optimis. 

“Mengingat krisisnya yang parah, Somalia pada tahap awal perlu pemimpin yang kuat dan sanggup mengatur semua faksi yang berseberangan,” kata Aqil, yang didampingi Wakil Sekjen PBNU, M. Imdaduddin Rahmat MA, Ketua Lembaga Zakat-Infaq-Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu), Drs. KH. Masykuri Malik, dan Direktur Program Lazisnu, Drs Sudayat Kosasih. 

Mengingat perdamaian masuk dalam ranah kenegaraan, KISS berharap PBNU ikut dalam melobby agar pemerintah Indonesia berbuat konkret dalam ikhtiar perdamaian. “Insya Allah, begitu saya dapat kabar dari Bapak (Susilo Bambang Yudhoyono, presiden RI), saya kabari,” ujar Said Aqil. 

Terkait dengan perdamaian, PBNU punya pengalaman dengan Afganistan. “Belum lama ini, kami memfasilitasi pertemuan faksi-faksi konflik Afganistan, bertemu di Jakarta. Semua faksi bisa dipertemukan. Kami awali dengan refleksi sosiologis dengan mendengar paparan pengurus NU Cabang Nangroe Aceh Daarussalam dan Ambon, bagaimana kerasnya konflik, sengsaranya rakyat selama masa konflik, tahapan resolusi konflik sampai bisa berdamai. Kami berbagi pengalaman tanpa mengajari. Kami ingin katakan, kami juga punya sejarah konflik yang keras, tapi perdamaian masih bisa dibangun kembali,” kata Wakil Sekjen PBNU, M. Imdaduddin Rahmat. 

Indonesia, kata Imdad, dipandang sebagai satu dari tiga Negara yang bisa diterima sebagai jurudamai konflik Afganistan. Dua Negara lainnya, Malaysia dan Turki. Negara-negara lain terutama di sekitar Afganistan, tak mungkin diterima karena dipandang sebagai part of the problem. PBNU sangat peduli dengan misi mendamaikan konflik di manapun, dan akan membantu proses ke arah perdamaian, termasuk di Somalia. 

Direktur Eksekutif KISS, Syuhelmaidi Syukur dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, NU adalah ormas pertama yang menerima KISS dalam rangkaian roadshow sosialisasi membantu krisis kemanusiaan di Somalia.

“Kami sebenarnya sudah menghubungi sejumlah ormas Islam. Alhamdulillah, PBNU yang pertama merespon dan mengungkapkan dukungannya bukan semata-mata dalam urusan bantuan sosial melainkan pada upaya perdamaian. Kami ingin mendorong konferensi Islam untuk perdamaian Somalia. Bukan karena KISS sektarian. Krisis Somalia dilihat dari konfliknya, perdamaian lebih memungkinkan lewat pendekatan keislaman. Mereka dilanda trauma dan krisis kepercayaan terhadap elemen-elemen Barat dan Perserikatan Bangsa-bangsa,” ungkap Syuhelmaidi.  

KISS berharap, Ormas Islam lainnya akan menyusul dan mendukung ikhtiar perdamaian Somalia. “Kami sudah memperoleh kesediaan dukungan dari AlKhairaat, Palu, Sulawesi Tengah dan tinggal menunggu waktu untuk deklarasi KISS Sulawesi Tengah. Ini pendekatannya, karena pendiri AlKhairaat adalah alawiyyin, penyebar Islam dari Yaman sebagaimana penyebar Islam di Somalia,” jelas Syuhel. 

Ia makin yakin, setelah dua kali mengirim Tim Kemanusiaan ke Somalia, jalan damai lebih efektif melalui pendekatan keagamaan. (khal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s