Catatan dari Tanduk Afrika (6)


Pengolahan Susu, Titik Terang Itu


Gerimis yang ‘sedikit’ membasahi kota Garissa, ternyata pertanda perubahan dari Sang Maha Kuasa. Di hampir semua kawasan berkemarau panjang, disiram hujan. Dataran yang coklat berdebu, telah berubah hijau dan menyisakan kubangan-kubangan air pemberi harapan, pelanjut kehidupan. 


Kembalinya kami dari Ifo – Dadaab ke Garissa, sepanjang seratusan kilometer dengan jalanan yang belum beraspal, suasana kiri-kanan jalan telah berubah.  Hijau, genangan air dan aneka satwa liar maupun ternak, lebih mudah terlihat melintas di tengah jalan, atau di kiri kanannya. Kekeringan panjang tanduk Afrika mulai terobati. 


Tak hanya binatang merayakan cuaca basah alam Afrika, manusia yang biasa tegang, dingin,dan muram, berubah segar. Aktivitas ekonomi kaum peternak dan pekebun, mulai terlihat. Beberapa kumpulan perempuan penjaja susu kambing atau susu onta, menawarkannya dalam botol bekas minuman kemasan atau jerigen kuning bekas minyak sayur. 


Kaum pria, terlihat bersemangat menawarkan hasil buah lokal, sementara terminal-terminal antar distrik, makin diramaikan penumpang. Kehidupan menuju normal, seakan melupakan krisis keamanan yang menyengsarakan masyarakat Somalia, mendesaknya menjadi pengungsi di negara tetangga terdekatnya, Kenya. 


Di antara beragam peluang, khusus di Garissa, potensi susu kambing, sapi dan onta, cukup prospektif asal ada manajemen manufaktur yang solid dan terencana dengan baik. “Survei permukaan saja menunjukkan, masyarakat Garissa, bahkan Kenya dan Somalia secara tradisional banyak yang memproduksi dan mengonsumsi susu, susu apa saja. Tinggal mengemasnya secara modern, dengan sentuhan manajemen yang baik, bisa memperbaiki nasib kaum dhuafa yang menurunkan wibawa Garissa sebagai ibukota provinsi North Eastern, Kenya,” ungkap Andhika P. Swasono, leader ACTion Team III Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS) – ACT yang sudah sebulan di Nairobi dan sempat menyampaikan amanah donatur untuk korban gempa di kota Van, provinsi Ban, Turki.


Sulaeman Aden Jama, warga keturunan Somalia di Garissa sangat optimis hal itu bisa dilakukan bertahap. “Kami siap mendukung program Milk for Somalia dari KISS. Tahap pertama kami masih membeli dari industri besar, sambil melakukan proses pengondisian untuk mengepul susu perah yang diproses secara tradisional, yang biasa disebut raw milk,”jelas Sulaiman, alumnus FIB Jurusan Bahasa Indonesia dari UGM Yogya ini. 


Menurut Sulaiman, dalam tempo tiga bulan, manajemen pengepulan dipadukan pembekalan manajemen distribusi susu, sehingga pencapaian target 1.000 liter susu untuk anak-anak pengungsi perhari, menjadi proses pemantapan menuju manajemen pengolahan susu dengan sistem manufaktur. 


“Kita perkuat sumberdaya manusianya, baru didatangkan teknologinya. Dengan potensi bahan baku dan pasar yang konkret, dari Garissa kita bisa menjadi pemasok susu olahan di wilayah Garissa sendiri, menyusul ke kota-kota lain di Kenya. Ini akan memperbaiki kualitas hidup pengungsi dan dhuafa yang selama ini menjadi beban dan menunjukkan wajah kelam Garissa,” jelas Sulaiman.


Usaha pengolahan susu berbasis sumberdaya lokal, baik bahan baku maupun sumberdaya manusianya, langkah konkret yang realistis untuk mengurangi beban masalah keterbatasan lapangan kerja di Garissa. 


“Insya Allah, keberhasilan di Garissa akan menginspirasi wilayah lainnya, terutama mengatasi problem pengungsi yang ada di titik-titik pengungsian lainnya,” demikian kata Sulaiman, alumnus Pascasarjana Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta ini. 


Menyangkut ketersediaan dan keberlanjutan proses pendampingan, Andhika menambahkan. “KISS akan bermitra dengan kampus. Kami akan menjadian Universitas Mutaqbal sebagai salah satu pusat pengembangan agribisnis berbasis lokal.” Sebuah harapan yang realistis di tengah kecenderungan berkepanjangannya ketergantungan pengungsi terhadap bantuan kemanusiaan. (Iqbal Setyarso –bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s