Action Team III KISS Pulang ke Tanah Air


Papan Informasi bertuliskan Emirates, Dubai, 14.36 Landed. Selasa sore itu (15/11) ACTion Team III dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS) -ACT pulang ke tanah air setelah menyelesaikan misi kemanusiaan selama 10 hari di Somalia. Tim penjemput sudah sekitar 20 menit berada di Bandara Soekarno Hatta.
Tak lama kemudian dari arah gerbang kedatangan Internasional tim KISS-ACT muncul di tengah kerumunan penumpang pesawat. Kami menyambut dengan syukur dan kerinduan. Tim kali ini pulang dengan tiga orang personil lengkap. Iqbal Setyarso dan Farid Shan, yang berangkat dari tanah air 10 hari sebelumnya ditambah Andhika P. Swasono yang sudah sekitar 2 bulan berada di Somalia.
Andhika terlihat begitu antusias ketika istri dan anaknya turut menjemput. Sementara Iqbal dan Farid sibuk berbincang dengan tim penjemput dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Mobil pun telah siap, semua barang yang umumnya berbeban berat diangkut ke dalam mobil. Ada tiga mobil yang menjemput saat itu.
“Alhamdulillah, meski ada hambatan teknis disana-sini tapi target kita tercapai dan berjalan lancar,” ucap Iqbal mengawali cerita sesaat setelah mobil merayapi aspal beton. Menurut Iqbal tim sedikit mendapat kesulitan saat merekam detail kehidupan Somalia. “Daerah Somalia memang mencekam, kita tidak diperbolehkan berada di jalan raya pada siang hari,” katanya.
Untuk mengambil dokumentasi gambar, tim harus rela merekam dari dalam mobil. “Disana anak umur belasan udah nenteng senjata, karena kita gak biasa dengan pemandangan begitu, ya sempat kaget” ucap Farid yang duduk di samping Iqbal.
Mobil terus melaju,membelah Jakarta yang sudah dihinggapi malam, perbincangan pun berlanjut. Untuk prosesi penyembelihan hewan Qurban, menurut Iqbal sempat terjadi kendala teknis, sebab jumlah hewan yang banyak dan cuaca yang panas. “Kita sempat terkendala untuk mendokumentasikan hewan qurban satu per satu, namun target kita tercapai dan semua donasi qurban tersalurkan,” jelas Iqbal.
Pada misi kali ini, tim berhasil menyembelih 1000 ekor kambing dan 14 ekor unta bagi rakyat Somalia. Iqbal juga bercerita tentang kunjungan tim kemanusiaan dari Turki dan bagaimana mereka menyembelih 6000 hewan qurban untuk rakyat Somalia.
“Akhirnya dapat macet Jakarta juga,” ucap Farid. Ia mengaku meski kadang membuat stress, namun situasi macet masih lebih baik dibandingkan situasi mencekam. “Saya sudah rindu dengan Soto Madura,” katanya, disambut tawa kami. (Ojan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s